Langkah pertama adalah memahami konsep cinematic itu sendiri. Gaya ini biasanya memiliki tone warna tertentu, seperti sedikit gelap (moody), kontras yang kuat, dan pencahayaan yang terarah. Foto cinematic juga sering memiliki cerita atau suasana yang terasa dalam.
Selanjutnya, perhatikan pencahayaan. Cahaya adalah kunci utama untuk menciptakan efek cinematic. Gunakan cahaya dari satu arah, misalnya dari samping atau belakang, untuk menciptakan bayangan yang dramatis. Hindari pencahayaan yang terlalu rata karena akan membuat foto terlihat flat.
Kemudian, gunakan komposisi yang kuat. Salah satu teknik yang sering dipakai adalah framing, yaitu menggunakan objek di sekitar untuk membingkai subjek utama. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan leading lines untuk mengarahkan mata ke objek utama dalam foto.
Angle atau sudut pengambilan gambar juga sangat berpengaruh. Low angle sering digunakan untuk memberikan kesan kuat dan heroik, sedangkan close-up bisa memberikan kesan emosional. Jangan ragu untuk bereksperimen dengan berbagai sudut agar hasil foto lebih menarik.
Untuk memperkuat nuansa cinematic, pilih lokasi yang mendukung. Tempat seperti jalanan kota di malam hari, lorong, atau tempat dengan pencahayaan unik sangat cocok untuk gaya ini. Bahkan tempat sederhana bisa terlihat keren jika kamu tahu cara memanfaatkannya.
Outfit dan warna juga penting. Pilih warna yang tidak terlalu mencolok dan lebih ke arah tone yang kalem atau gelap. Warna seperti hitam, coklat, atau abu-abu sering digunakan untuk menciptakan kesan cinematic.
Tahap berikutnya adalah editing. Di sinilah “magic” terjadi. Kamu bisa menurunkan brightness sedikit, meningkatkan contrast, dan mengatur color grading agar sesuai dengan mood yang diinginkan. Tambahkan sedikit grain untuk memberikan efek seperti film.
Selain itu, kamu bisa mencoba teknik crop dengan rasio tertentu agar terlihat seperti layar film. Biasanya rasio yang lebih lebar akan memberikan kesan cinematic yang lebih kuat.
Terakhir, jangan lupa memasukkan elemen cerita. Foto cinematic yang bagus biasanya membuat orang bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi. Misalnya seseorang yang berdiri sendiri di jalan, atau suasana kota yang sepi di malam hari.
Kesimpulannya, foto cinematic bukan soal alat, tetapi soal cara kamu mengatur cahaya, komposisi, dan warna. Dengan latihan dan eksplorasi, kamu bisa menghasilkan foto yang tidak hanya keren, tetapi juga memiliki nuansa seperti adegan dalam film.